← Kembali ke Blog
portofoliorefleksiweb devwhatsapp botnext.js

Kurasi Portofolio: 10 Proyek yang Akhirnya Lolos Filter

22 April 2026

Kurasi Portofolio: 10 Proyek yang Akhirnya Lolos Filter

Akhir pekan ini saya duduk serius dan melihat isi folder d:/coding/ — tempat saya menyimpan semua eksperimen, tugas kuliah, proyek klien, dan script iseng selama beberapa tahun terakhir. Ada 12 folder utama dengan lebih dari 80 subfolder.

Pertanyaannya sederhana: dari semua ini, mana yang benar-benar layak saya tampilkan di portofolio?

Aturan Main

Sebelum mulai, saya tetapkan filter yang tegas:

  1. Bukan karya saya = keluar. Folder yang berakhiran -master (ciri khas ZIP dari GitHub) langsung saya buang. Clone dengan modifikasi kecil pun tidak saya anggap layak.
  2. Hampir semua proyek scraper bukan karya saya. Kecuali absen-auto dan nutrisight scrape — dua ini memang saya bangun dari nol.
  3. Tidak ada Python di portofolio. Bukan karena Python-nya jelek, tapi karena saya memposisikan diri sebagai web/full-stack developer. Pembersih.py saya sayang, tapi bukan di portofolio.
  4. Proyek tutorial tidak masuk. Folder udemi/, Scrimba/, dan frontend_lama/5)brocode/ — semuanya mengikuti kursus, bukan solusi dari masalah saya sendiri.
  5. Versi duplikat → ambil yang paling matang. Contoh: MVP Translation punya 4 iterasi (v1-v4). Hanya v4 yang masuk; v2 yang pernah jadi translator backend sudah saya pensiunkan.

Dengan filter ini, angka 80+ turun drastis.

Hasil Akhir: 10 Proyek, 3 Tingkat

Tingkat 1 — Flagship

Tiga proyek ini masuk ke semua format portofolio (CV, website, GitHub pinned, lamaran magang):

  • absen-auto — Bot otomatis absensi SimKuliah UNSYIAH. Node.js + TypeScript, MongoDB, Puppeteer, Docker, Jest. Ada race condition testing dan migration script — bukti engineering rigor.
  • wa-file-transfer — Bot WhatsApp yang terima foto/PDF, compress, lalu serve via website dengan login. Node.js + Next.js 14 + Appwrite + Baileys + sharp. Complete dengan runbook dan CI/CD.
  • konten analitik — Tool analitik TikTok Studio. React 19 + Cloudflare Workers. Privacy-first (kalkulasi client-side), pakai AI untuk rekomendasi. Produk jadi, bukan latihan.

Tingkat 2 — Strong Supporting

Empat proyek ini masuk ke website dan lamaran magang:

  • Nutrisight (konsolidasi) — Landing + backend + pipeline enrichment GPT-4 + scraper dengan R2. Empat folder yang sebenarnya satu sistem end-to-end.
  • MVP Novel Translator — Penerjemah novel bulk dari berbagai bahasa ke Bahasa Indonesia dengan context-aware per fandom. Contoh: novel fanfiksi China dari fandom Korea akan dikenali dan diterjemahkan dengan glossary yang tepat. n8n + GPT-4.1 + PostgreSQL + frontend Express.
  • Kroeng Community Showcase — Website komunitas Kroeng untuk menampilkan ke luar apa yang bisa dilakukan anggotanya. Next.js 15 + Supabase.
  • MJD testing — POS restoran multi-tenant dengan 5 role. Masih WIP, tapi arsitekturnya solid.

Tingkat 3 — Additional

Tiga proyek ini masuk grid "more" di website portofolio:

  • portofolio (situs yang sedang Anda baca ini) — Next.js 15 + markdown. Meta.
  • culture-x — Frontend Culture X. Perlu saya lengkapi dokumentasinya.
  • konsi tech — Platform konsultasi teknis. Split frontend/backend, perlu finalisasi.

Yang Dibuang

Sisanya (sekitar 70 folder) ditolak dengan alasan berikut:

  • Semua -master: handwriting-synthesis, AO3Scraper, HandSynthGUI, reddit-like-comments, twitter-clone, testing-main, dan lainnya — clone dari GitHub.
  • Scraper eksternal: google-maps-scraper, wattpad-scraper, lightnovel-crawler.
  • Kode kursus: udemi, Scrimba, brocode, fundamental HTML/CSS/JS.
  • Skeleton kosong atau eksperimen kecil: playground, tes, scripts utility, starter template.
  • Script Python (positioning diri).
  • Proyek klaim orang lain yang masuk ke folder saya (HIMATEKTRO-USK, Bot Orang).

Pelajaran dari Proses Ini

Hal yang paling saya sadari: jumlah besar tidak sama dengan substansi besar. 70 folder yang saya buang bukan berarti waktu terbuang — dari sana saya belajar fundamental, eksplorasi, dan membentuk preferensi tech stack.

Tapi untuk portofolio, jujur lebih baik daripada banyak. Kalau saya tampilkan 50 proyek campur-campur, recruiter harus menebak mana yang benar-benar karya saya. Kalau saya tampilkan 10 dengan cerita jelas, mereka tahu persis siapa saya sebagai developer.

Langkah Selanjutnya

  • Deploy proyek Tingkat 1 yang belum live.
  • Tambahkan README lengkap + screenshot/demo di repo Tingkat 1-2.
  • Konsolidasi repo Nutrisight (4 folder → 1 umbrella).
  • Tulis case study per proyek Tingkat 1 — blog ini akan jadi rumahnya.
  • Lengkapi deskripsi Culture X dan Konsi Tech sebelum publish.

Kalau Anda juga pernah bingung milah folder coding/ sendiri, saya sarankan: mulai dengan filter orisinalitas yang tegas. Sisanya akan mengatur diri sendiri.